10 Hari Gelisah Menulis (regram dari @dhini_khatulistiyani)

Bagaimana jika suatu saat kita bertemu dengan teman lama yang ternyata memiliki kondisi lebih baik dibanding kita?

Bayangkan ketika di usia senja kawan yang berlari bersama, kawan yang tertawa bersama dipertemukan oleh sebuah takdir. Sebagai pembeli dan penjual. Pembeli yang dengan mudah mengeluarkan uang dari dalam dompet berlembar-lembar, dan penjual yang harus membelokkan gerobaknya dengan susah payah saking beratnya barang yang harus didagang.

Pembeli yang sadar bahwa si penjual temannya pun berusaha membantu. Membeli hampir semua barang dagangnya dengan niat agar temannya itu lekas pulang dengan membawa hasil yang banyak setidaknya untuk hari ini. Apa kalian pikir si penjual berterima kasih. Mungkin ia merasa semua ini curang. Karena ia tahu, dulu ia lebih pintar, ia lebih cekatan, ia lebih rajin, ia juga yang lebih banyak banyak teman.

Menyalahkan Tuhan juga dilarang, sedangkan nasib bukan ia yang tentukan. Ia juga tak bisa memilih dilahirkan di keluarga berada seperti temannya.

Dan sekarang, si penjual hanya tertunduk dan secepat mungkin pergi sambil berterima kasih dengan hati seperti luka lama yang kembali terbuka.

#10hbcgelisah #10hbcgelisah07


via Instagram http://ift.tt/2qqfbUy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s