10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @primapradani – Tidak adil jika kita tidak bisa bercerita lagi seperti dulu, mungkin Tuhan itu terlalu baik sehingga menurutNya kita tidak usah lagi saling bercerita. Ya sudahlah, matahari juga diam saja saat ia dipaksa lengser setiap senja. Ia tidak pernah kebanyakan protes, toh besok pagi juga akan bertemu kembali. Tapi kalau kita, kapan ya bertemu kembali?

Oke, stop galau lagi hari ini. 😁

Ngomong-ngomong soal bercerita, ada seorang teman yang pernah bercerita mengenai dua orang bertetangga yg berhubungan dengan baik awalnya, atau setidaknya berusaha baik. Suatu ketika salah satu dari mereka membutuhkan uang dan memutuskan menjual pekarangan rumahnya. Tanah itu akhirnya dibeli tetangganya itu, perjanjian itu dilakukan dengan baik. Tanah tersebut telah diukur oleh kantor agraria sebelum dibuatkan sertifikat oleh notaris dan kepemilikan pun berpindah. Seharusnya.

Lalu lama waktu berlalu. Hingga pada suatu pagi si tetangga menyiangi rumput liar yang ada di sudut tanah itu. Pemilik lama tiba-tiba berang, ia merasa bahwa batas tanah telah dilanggar. Ia tidak pernah endatangi si tetangga dengan emosi yang meluap melampaui ubun-ubun, mengeluarkan segala sumpah serapah dan doa yang menyakitkan telinga dan juga hati. Padahal, tentu saja sudah ada bukti yg sah menurut undang-undang sah pula bahwa bagian tanah tersebut adalah bukan miliknya.

Besoknya salah satu dari anak tetangga ini mulai bermimpi yang aneh-aneh. Ia berpikir positif, mungkin ia hanya disuruh yg di atas untuk berdoa lebih banyak lagi. Kemudian si ibu berkali-kali menemukan semacam sesajen ditaruh di depan rumahnya. Si anak cemas, ibu cemas, semuanya cemas. Ada apakah? Rasanya akal sehat sudah tak berada di tempat yang seharusnya. Tapi segalanya pasti (dan harusnya) baik-baik saja, karena Tuhan itu kan baik sekali.

Rasanya agak lucu dan sedikit konyol, karena ketika sedang hangat-hangatnya (kalau tidak bisa dibilang panas) bahasan mengenai agama di hampir lini massa, di belahan lain negeri ini masih ada orang yang berharap bisa menggunakan cara instan untuk mendapatkan surga di dunia. Jadi buat apa belajar hukum perdata?
#10hbcgelisah #10hbcgelisah06 – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2qZyojK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s