10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @arindreza – Tidak adil jika hanya kita yang dekat dengan akses teknologi dan informasi saja yang menikmati aneka pengetahuan dan pendidikan dengan layak. Siapapun memiliki hak yang sama sebagai warga negara, dimanapun mereka tinggal, dan bagaimanapun latar belakang sosial-ekonomi-budaya mereka. Sesederhana kegiatan membaca, misalnya. Membaca bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Meski teknologi semakin berkembang, ada banyak hal yang tak bisa terwakilkan olehnya. Dan buku, masih menjadi pilihan sebagai pengisi waktu luang sebagai sumber ilmu pengetahuan. Apapun macam bukunya, tak ada yang buruk atau terlalu baik. Ia tidak pernah memberikan sesuatu yang tak berguna pada pembacanya, sesedikit apapun pasti ada ilmu yang bisa diperoleh melalui kegiatan membaca buku.
Hal inilah yang menjadi dasar inisiasi kegiatan saya bersama teman-teman sore itu. Kami menggelar perpus jalanan bekerjasama dengan Teman Baca dan Ruang Baca, dua perpustakaan swadaya yang biasa menggelar lapak di kampus. Ada beragam buku yang mereka bawa untuk dibaca siapa saja yang melintas dan berkenan mampir ke lapak kami. Selain perpus, kami juga menjual pakaian layak pakai. Dana yang terkumpul dari acara ini akan kami pergunakan untuk membangun perpustakaan di Dukuh Roban Timur, Batang. Mengapa sejauh itu kami membangun perpustakaan? Ya, karena di sana ada banyak anak muda yang butuh banyak kegiatan dan asupan buku. Dukuh Roban Timur adalah salah satu daerah terdampak pembangunan PLTU. Daerah yang warganya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan itu sudah 6 tahun merasakan pendapatan dari melaut semakin menurun. Bukan waktu yang singkat memang, dan mereka sudah memperjuangkan hak atas laut tempat para nelayan biasa melaut. Beragam aksi telah dilakukan. Berbagai usaha dalam rangka meminta bantuan pada pemerintah sudah dilaksanakan. Perundingan dengan pihak PLTU pun sudah dilakukan. Tapi nihil. PLTU tetap melanjutkan pembangunannya tanpa mempedulikan protes warga.
Membaca dan melaut. Hak dan mencari rezeki. Ada hal-hal yang berbatas, ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan secara bertanggungjawab dan bebas. Dan jelas, para pelanggar batas sudah selayaknya: dihukum saja. ~

#10
via Instagram http://ift.tt/2rWTiNJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s