10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @alovelypaw – .
.
Tidak adil jika Soekarno menangis pilu nun jauh disana, kebebasan yang ia gadaikan dengan segenap jiwa hanya dihargai dengan serpihan daging di Kampung Melayu.
.
Ngilu? Ah, itu belum seberapa. Daripada masa-masanya di dalam bui, merasakan nyeri hingga akhir hayat tak tersentuh obat. Yang katanya tahanan politik, namun lebih dalam memikirkan negeri. Memang, ia terlalu baik.
.
_______
.
Sejarah disematkan oleh pihak yang menang. Tapi untuk apa? Soekarno, bahkan di akhir hidupnya ia tak ‘menang’ melawan ketidakadilan bangsa sendiri, tapi namanya menjadi sejarah. Viral, kalau kata era kini.
.
“Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara. Perang saudara itu sulit. Jikalau perang dengan Belanda, jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu. Keluarganya sama dengan keluargamu. Lebih baik saya yang robek dan hancur, daripada bangsa saya harus perang saudara.” hal yang disampaikan Soekarno saat ditangkap bangsa sendiri, kepada ajudannya yang mempertanyakan kenapa ia tak melawan.
.
Bukan cuma mental, bahkan bentuk penjajahan pun berevolusi. Namun Soekarno, ia tak pernah sendiri. Akan selalu ada reinkarnasi semangatnya yang beranekarupa. Munir, Wiji Thukul, dan sederet nama ratusan tragedi. Daripada ‘dijajah’ rekan yang berdarah sama, mungkin mereka memilih dihukum saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pic Source : Pinterest
.
.
.
.
Gilaaaak. Berat kali tantangan menulis hari ini 😫😫
.
.
@30haribercerita
#10HBCgelisah06
#10HBC – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2qYlIYh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s