10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @prozachill – Tidak adil jika aku yang mencintai kamu sebesar ini selama lima tahun diputuskan sepihak dengan alasan terlalu baik.
.
Aku sudah mengetahui semua tentang dia. Ia tidak pernah becus membuatkanmu kopi yang pekat dan enak, tidak sekali pun menyajikan tumis sawi cah kangkung kesukaanmu. Dia juga tidak tau siapa itu Caleb Followil, John Coltrane, dan Debussy karena yang dia dengar hanya musik pop radio dan aku tau kamu benci itu bergema di audio mobilmu. Dia yang pendiam dan sulit engkau ajak berdiskusi tentang hal remeh temeh seperti kenapa kampas rem mobil harus rajin diganti atau kenapa kalau hujan bisa menguar bau tanah.
.
Tapi toh, kamu tetap memilih dia.
.
Karena dia masih perawan, dan mitosnya jago ngangkang. Kamu sebagai laki-laki pasti cinta tantangan.
.
Keputusanmu minggu lalu dengan datang membawa surat itu. Surat dengan judul PERMOHONAN CERAI tercetak luar biasa besar dari Pengadilan Agama dekat rumah. Kamu bilang kita sudah tidak bisa bersama. Setelah debat panjang nan melelahkan hanya satu alasanmu yang paling aku benci: “kamu terlalu baik untuk aku”
.
Andai kamu sadar bahwa kini ada janin tiga bulan .Apa? Yak! Benar sekali calon anak kamu. Ah, tapi sudahlah… Anak ini tidak berhak melihat ayahnya yang bajingan memilih perawan. Tuhan tau dia lebih baik dihukum saja.
.
Tanganku mengambil pulpen dan materai kemudian membubuhkan tanda tangan, mengabulkan gugatan cerai.
.
#10Hbcgelisah #10hbcgelisah06 – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2qY8QBj

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s