10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @lintangfilia – @30haribercerita #10hbcgelisah06

Tidak adil rasanya jika kita selalu memandang mereka sebelah mata. Mereka yang memilih jalan di antara laki-laki dan perempuan.
.
Beberapa hari lalu, saya dan teman sedang makan di sebuah warung pinggir kota. Tidak lama dua orang waria menghampiri kami untuk sekadar berbagi suara sambil menjemput sedikit rejeki yg dititipkan Tuhan lewat kami. Dengan ramah mereka pun berterimakasih dan tidak lupa mendoakan kami dengan senyum. .
Satu hal yang kemudian membuat saya kagum, adl ketika waria itu memasukkan beberapa rupiah ke dalam kotak sumbangan panti asuhan yg berada di meja kasir. “MasyaAllah”, membuat teman2 saya bertanya, bahkan untuk diri saya sendiri. Atau saya yg scr tidak langsung mengenal sosok waria paruh baya yang dengan ikhlas menampung para penderita HIV, ketika manusia yang mengaku “normal” justru mengucilkan mereka.
.
Mungkin bagi sebagian, orang-orang yang ‘berbeda’ seperti mereka ini dianggap seperti titik hitam, yang tidak layak berada di tengah kehidupan ‘suci’ mereka. Tapi nyatanya Tuhan masih tetap adil, memberikan tempat istimewa kepada orang2 seperti mereka. Ketika orang lain menganggap mereka “noda”, Tuhan mengirim mereka untuk menjadi “malaikat” bagi anak2 panti juga pasien2 HIV yg tentu sudah kehilangan banyak harapan.
.
Tidak semua waria itu hina. Sama seperti tdk semua manusia itu bersih.
.
Tidak adil rasanya ketika kita memandang jijik terus-terusan kpd mereka, ketika mereka justru lebih bersifat layaknya manusia dibandingkan lakon2 korupsi. Tidak adil rasanya ketika kita menganggap mereka kotor, ketika lebih banyak pula manusia2 sok suci yg nyatanya jauh lebih kotor.
.
Soal bagaimana mereka menyalahi kodrat atau tidaknya, tentu itu adalah urusan mereka dgn Tuhan. Bukankah urusan kita pada sesama hanyalah utk saling menasehati, bukan untuk menghakimi?
Saya yakin, negeri ini tdk sedang mengalami krisis orang2 baik. Hanya sedang mengalami ‘kebodohan’ untuk bagaimana saling menghargai. Bagi sesama saja masih saling tikam, bagaimana dengan mereka yg dianggap berbeda?
.
Menjadi laki2 atau perempuan itu memanglah takdir. Tetapi, menjadi manusia adalah sebuah pilihan.
📷 wowk
via Instagram http://ift.tt/2rYpoIL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s