10 Hari Gelisah Menulis

Regram dari @faia_sastra – Hari kelima (Buat apa sekolah?) even @30haribercerita
Mak, aku pamit mau sekolah. ”
“suruh siapa sekolah. Makmu ini mau kau biarkan kelaparan apah? Kerja sana!” Jleb. Mak huda memang bernasib sial. Gara-gara perlawanannya dalam memilih jodoh, membuatnya dikutuk sang maha tua biar hidupnya gelandangan. Boom… Alhasil sekarang hidupnya terlunta-lunta. ” kalau sekolah ngabisin duit, yang banyakin duit itu yah kerja! ” kata Mak Huda.
Ngawur. Mak Huda memang ngawur, omongannya ngawur, pikirannya ngawur, apalagi makannya sangat ngawur meski sudah divonis diabetes.
Pendidikan ketiga anaknya pun “di-awur”. Anak nomor wahid berakhir di kelas tengah SMP, nomor dua di kelas awal SMP, yang bontot masih belum sempat ngikut Ujian Kenaikan Kelas eh… sudah disuruh hatamin sekolah Dasar. “Mak.Kulo ingkang badene ngangkat derajate keluarga kelawan lantaran sekolah ” ( Mak, aku akan mengangkat derajat keluarga kita dengan cara bersekolah)” bujuk anak pertama mak huda dengan lembut. ” Wah. Cari kerja saja kau, biar dapat uang! ” ” Buat apa sekolah?! ” sentak mak huda

Zonk. Kayak bledek campur badai tsunami maaak… rasanya.
Haruskah nasib generasi broken home berakhir miris? Mari renungkan.
#kontemplasi

#10hbcgelisah #10hbcgelisah05
via Instagram http://ift.tt/2qj52cc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s