10 Hari Gelisah Menulis

Regram dari @vikopi_ – Pagiii sekali di hari Minggu, tak perlu mandi, yang penting gosok gigi, ibu sudah mengajaku berjalan sejauh kurang lebih dua kilometer, menuju hutan yang tidak terlalu rapat di desa tempat kami tinggal.
.
Sesampainya di bibir hutan, ibu menjelaskan tentang pohon ini, pohon itu, memintaku merabai permukaan kayu yang kadang kasar kadang halus. Menelusuri semak rimbun, menglasifikasi bunga-bunga liar, lalu diambilnya beberapa tanaman paku-pakuan untuk ditanam dirumah. “Ini buat PR kamu,” katanya riang.
.
Sungai tidak jauh lagi kata ibu, girang sekali aku, dan ditertawainya anaknya ini, yang pada akhirnya tertegun, sungainya hanya sedalam mata kaki, padahal kupikir aku akan bisa berenang.
.
Digandengnya tanganku, mengendap endap mendekati capung yang tengah hinggap di sebuah batu, ibu berbisik panjang lebar tentang makhluk yang konon adalah asal muasal helikopter itu.
.
Tak hanya sampai disitu…banyak hal lagi yang dijelaskan ibu, hingga kami sampai di tengah hutan yang cukup lapang, dimana bapak menikmati tidur siangnya. Saatnya makan. Sekolahku cukup sekian dulu.
.
Kata bapak dan ibu, sekolah itu jangan hanya di ruang kotak, nanti otak jadi terpetak-petak.
.
-24 Mei 2017-
.
#hbcgelisah05 #10hbcgelisah05 #hbcgelisah #10hbcgelisah #sekolah #school #illustration
@30haribercerita
via Instagram http://ift.tt/2qjfeBm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s