10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @alovelypaw – .
.
.
“Bapak, aku mau beli sepeda!”
“Sepeda apa, Nak?” Bapak tersenyum sambil memangku putri semata wayangnya.
“Yang warna merah. Yang bisa bunyi kring-kring. Yang ada keranjangnya di depan!”
“Iya Nak. Kita berdoa sama-sama ya, berdoa minta sepeda, semoga dikabulkan.”
“Ayo Bapak!”
“Sana, wudhu dulu.”
“Asiiiiiikkk!”
.
Anak kecil itu berlalu. Dengan bahagia. Dengan perasaan hati meluap gembira.
.
Ibu menyiapkan secangkir kopi dan secawan kecil pisang goreng, yang telah layu karena terlalu lama menunggu.
.
“Bapak kadung janji sama dia, Bu.” kata Bapak, seakan membaca gundah tulang rusuknya. Wanita itu masih diam.
.
“Berdoa Bu. Semoga masyarakat kita lebih rajin membaca buku sungguhan yang digarap dengan riset bermakna dan perjuangan menerbitkannya diperlukan segala daya, karena media massa yang kini ada tak keruan informasinya, plus kalah pamor dengan grup-grup dadakan dalam genggaman–bahkan dirasa lebih agung daripada Tuhan.” Bapak mengunyah pisang, namun yang tertelan hanya getir dan satir.
.
Anak kecil itu berlalu. Dengan bahagia. Dengan perasaan hati meluap gembira. Tanpa betul-betul tahu, pekerjaan ayahnya sebagai jurnalis sungguhan yang bekerja siang malam mengejar kebenaran, terpaksa lebur karena sepotong berita tak bertuan. Yang ia tahu, sepeda baru akan datang esok Sabtu.
.
.
.
.
.
.
Pic source : Pinterest
.
.
.
.
@30haribercerita
#rip
#10HBCgelisah04
#10HBCgelisah
#10HBC
#journalist
#journalism – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2qSpUZq

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s