10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @heykandela – Hari ke-4: Copas dari Grup Sebelah
.
Beberapa bulan yang lalu
.
“Jangan ngomong “om telolet om” ah, nggak baik itu!”
.
“Lho, nggak baik kenapa?”
.
“Itu ucapan doa agama lain katanya,”
.
“Kata siapa?”
.
“Baca di grup Whatsapp tadi…”
.
.
.
Saya agak speechless menangkap percakapan ini. Begitu mudahnya berita yang nggak jelas narasumbernya beredar dari mata ke mata, menguasai pikiran, dan merebut kepercayaannya. Hanya berbekal kalimat: “INI BERITA BENAR, BUKAN HOAX” atau ucapan pembuka meyakinkan lainnya
.
Ada tiga hal yang terbesit di pikiran saya saat itu
.
Satu, emangnya suara “telolet” itu bisa dibikin-bikin ya? Bisa direka-reka, sehingga terkesan menjadi sebuah konspirasi menghilangkan keimanan seseorang?
.
Dua, kalau emang itu ucapan doa dari kepercayaan di luar keyakinan sang penyebar berita, memangnya kenapa? Coba telaah dulu artinya, karena sesuatu yang berawalan kata “semoga” pun adalah doa dan pengharapan, bukan, dan pastinya digunakan oleh semua orang tanpa terkecuali? Dan, apakah kita dilarang mengatakan kata “semoga”?
.
Tiga, kok bisa ya orang semudah itu percaya sama berita provokatif yang nggak jelas asal-usulnya? .
Rasanya, para “wartawan” medsos ini seakan melecehkan profesi yang sesungguhnya. Profesi yang susah payah nyari berita, nyari narasumber terpercaya untuk membuktikan kebenarannya, dan bahkan kalau bisa, lebih dari satu narasumber, sehingga bisa mengambil beberapa sudut pandang pengamat berbeda
.
Saya jadi inget sebuah film lawas yang diangkat dari kisah nyata, yakni The All President’s Men, yang mengisahkan kerasnya perjuangan dua jurnalis Washington Post mengungkap skandal Watergate dan mengangkatnya ke publik. Di masa itu, adalah hal yang agak rumit untuk meramu cerita menjadi sebuah berita
.
Mungkin, dua jurnalis tadi akan kesal melihat begitu mudahnya publik dibodohi oleh berita panas yang cuma menjual kebohongan dan memancing kontroversi
.
.
.
Hhh. Kok jadi kesel sendiri ya nulisnya?
.
Yuk ah. Jadi orang pinter dalam menghadapi perkembangan teknologi. Jangan jadi orang bodoh berjiwa latah, biar nggak keseret arus, biar nggak kebawa emosi
.
.
.
@30haribercerita .
#10hbcgelisah #10hbcgelisah04 #copasdar
via Instagram http://ift.tt/2rcZAMK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s