10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @suatuketika – Ajo Sidi Memandang Laut
.
Untuk kau yang tahu kisah Robohnya Surau Kami* pasti mengenal satu nama dengan baik: Ajo Sidi, si pembual, yang dengan cerita karangannya membuat kakek tersinggung hingga memutuskan bunuh diri hingga kini surau itu benar-benar roboh tanpa penjaga.
.
Setelah kejadian itu, Ajo Sidi tidak jelas lagi kabarnya, tak pernah lagi menunjukkan batang hidungnya untuk sekedar singgah. Ia mengembara ke manapun entah.
.
Tapi kemarin, Uda Arsa sempat bertemu dengan Ajo Sidi. Ia menemui Ajo Sidi dalam keadaan sedih memandang laut di nagari pesisir. Uda Arsa menceritakan dialognya.
.
“Assalamualaikum, lah lama Ajo tidak ke kampung, ternyata bertemu kita di sini”
.
“Waalaikumsalam”
.
Uda Arsa cerita kalau waktu itu Ajo Sidi tampak murung tak seperti biasanya, hanya menjawab salam saja. Setelah itu Uda Arsa menanyakan perihal kesedihannya.
.
“Apa ni yang membuat sedih?”
.
“Kau tau Sa, kemarin aku memberi nomor hp pada temanku dan diinvite nya aku ke dalam grup WA”
.
“Nah baguslah itu, bisa jadi tempat ngobrol dan silaturahmi”
.
“Bukan itu Sa, nama grup WA nya yang membuat sedih”
.
“Apa tu nama grup nya?”
.
“Percaya Bumi Datar”
.
Setelah itu Ajo Sidi makin dalam memandang laut. Pada matanya yang berkaca-kaca itu, ada bayangan horizon yang tak putus.
.
#10hbcgelisah04 #10hbcgelisah
.
———-
*Cerita pendek karangan AA Navis – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2q6OBEI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s