10 Hari Gelisah Menulis

regram dari @nurkholismakki – Di Pelabuhan, lampu-lampu jalan perlahan muncul bergantian. Tepat di samping dermaga, seorang pria menatap langit kosong. Ingin rasanya ia melebur kepada laut yang sedari tadi mengkidungkan gemuruh penantian. Sedetik, semenit, ia kumpulkan keberanian dari segala semesta, diletakannya jari-jemari kepada angka-angka di benda kotak bercahaya. Dikirimnya sebuah pesan untuk puan pemilik wajah.
.
.
“Hai, gimana kabarnya? Mudah-mudahan baik ya. Lewat pesan ini aku mau jujur tentang sebuah rasa. Aku udah tahu banyak hal tentang kamu, Apa kesukaanmu, Apa warna favoritmu bahkan termasuk siapa mantanmu tapi aku sama sekali belum pernah tau “seandainya Aku cinta kamu” kamu mau gak?”
.
“Eh maaf-maaf, ini siapa? terus maksud pesan ini apa? Dapet nomor gue dari mana?”
.
“Sebut aja gue boy, anak jalanan. Pesan ini gue copas dari grup sebelah, kata-katanya bagus, barangkali lu suka, siapa tau bisa jadi inspirasi buat cerpen yang lu bikin. Eh iya, nomor lu gue dapet dari hasil ngegosok kupon minuman ale-ale.”
.
“Oh gitu.”
.
“Iya, gitu.”
.
Senja sirna, harapan musnah, menyatu pria pada laut. Timbul tenggelam ia diiringi ombak kekecewaan.

#10hbcgelisah
#10hbcgelisah04 – #regrann
via Instagram http://ift.tt/2rbJJy5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s